Tampilkan postingan dengan label Berita Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Utama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2013

Dan Pusdikzi, Kolonel CZI Rido Hermawan,M.Sc “Saya memiliki Standar Ukuran Tertentu Dalam Mendidik Siswa”


Bogor, ASPIRA.
Dengan berdasarkan pengalaman pribadinya dalam menjalankan tugas sebelumnya, Komandan Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) Kolonel CZI Rido Hermawan, M.Si memiliki standar khusus dalam meberikan pendidikan dan pelatihan terhadap Tamtama, Bintara maupun perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat  (TNI AD) siswa Pusdikzi. Sehingga dirinya dapat memberikan pemahaman ilmu yang diberikan kepada siswanya dengan luwes pada saat penyampaian dan diterima dengan baik oleh setiap siswa dengan harapan para siswa setelah meyelesaikan pendidikan di Zeni ini mampu memnjalankan tugas dimanapun mereka ditempatkan. Demikian dikatakan pria kelahiran Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini  ketika ditemuai ASPIRA di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Dikatakannya pula bahwa pelatihan yang diberikan bukan berarti mendidik pasukan khusus, akan tetapi dia mengharapkan setiap siswanya memiliki kemampuan fisik yang prima ketika mereka melaksanakan tugas terdedan sekalipun. “Sebelum disini (Pusdikzi) saya bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) selama 20 tahun serta di beberapa tempat lainnya hingga sampai di sini, dan bentuk latihan terberat apapun pernah di alaminya. Akan tetapi saya tidak harus menerapkan kepada siswa saya, oleh karenanya saya memiliki standar khsusus dalam memberikan pelatihan dan pendidikan terhadap sisiwa di sini karena apa dan bagaimana membentuk jiwa prajurit yang mampu mengambil keputusan pada situasi mendesak dan bertindak secara tepat”, ujar alumni SMAN 1 Brebes, Jawa Tengah ini.
Dia juga melanjutkan, namun pada prisipnya di Zeni tidak membentuk prajurit untuk bertempur, namun ada beberapa kemampuan Zeni yang angat penting, Seperti Demonisir, Kerusakan, Sabotase dan lain-lain tetapi bukan Direct Action malainkan mendukung kegiatan perang. Dan tugas-tugas pokoknya disini adalah. Pertama, membantu kelangsungan hidup pasukan dalam arti kontruksi, air, dan listrik dan membersihkan lapangan ranjau dan lain-lain. Kedua, memperlancar gerak maju pasukan sendiri seperti membuat alat-alat darurat pada saat menempuh medan yang sulit dijangkau. Dan yang ketiga, menghambat gerak maju musuh. “Beberapa standar kemampuan diatas harus dimiliki siswa sehingga mereka siap dalam melaksanakan tugas dimanapun ditempatkan diseluruh Indonesia”, lanjutnya.
Sementara itu, menanggapi tentang kemajuan kemajuan tekhnologi dewasa ini terhadap kemampuan yang dimiliki TNI AD guna menghadapi kemajuan tekhnologi Negara lain yang lebih canggih dalam berbagai perlengkapan alat perang. Rido mengukapkan, zaman bisa beruba tetapi manusia Indonesia tidak pernah berubah dari sisi kemanusiaan, sisi pengetahuan karena di Zeni ini mendidik dan menbina kepribadian mereka supaya menjadi prajurit yang memiliki ilmu keperwiraan walaupun zamannya sudah beruba itu harus tetap ada dan celakanya TNI  lebih dikenal didunia luar karena berani nekatnya bukan karena memandang canggihnya alat perang. “Dari nekat itulah saya harus mendidik mereka secara Update (terkini) kalau masalah Alusita menjadi metode AD yang harus disesuaikan, saya merasa bangga berada di Pusdikzi saat ini karena pusdikzi ini menjadi pengembang sehingga saya dapat mengimplentasikan semua ilmu yang saya miliki dalam memberikan pembelajaran kepada seluruh siswa. Sehingga siswa selesai melaksanakan pendidikan disini mampu mengembang tugas dalam menghadapi ancaman stabilitas Negara Kesatuan Repiblik Indonesia (NKRI), karena kita tidak tahu persiapan tempur itu kapan, 2 tahun atau 10 tahun kedepan. Karena bagi TNI keadaan damai itu merupakan keadaan siaga sehingga kapanpun Negara mebutuhkan TNI harus siap jika sewaktu-waktu Negara mendapat ancaman, karena ancaman terhadap Negara bisa datang dari mana saja baik dalam keadaan yang kita anggap kondusif maupun darurat”, pungkasnya. (Sumburi)  

Perencanaan Pembangunan Kabupaten Bogor Harus Cermat


Bogor, ASPIRA.
Dengan adanya beberapa pengerjaan proyek yang terbengkalai dan bahkan tidak selesai pada waktunya tidak hanya bisa di salahkan pada pihak perusahan pelaksana, namun lebih kepada perencanaan yang lakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) khusunya Kabupaten Bogor supaya lebih cermat lagi dalam merencanakan pembanguan, karena kebanyakan pengesahan anggaran oleh Pemda dilakukan pada pertengahan tahun, padahal kita ketahui kondisi alam Bogor yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi yang pastinya akan menghambat pendistribusian bahan material bangunan, apalagi ditambah medan yang cukup sulit dilalui kendaraan proyek dan ini semua yang harus diperhitungkan oleh Pemda dalam mengambil keputusan perencanaan pembangunan setiap tahunnya. Hal ini dikemukakan ketua Gabungan Pengusaha kontruksi (Gapensi) Kabupaten Bogor, H. Endai Basuki ketika ditemui ASPIRA diruang  beberapa waktu lalu.
Menanggapi persoalan banyaknya proyek yang terbengkalai dan ditinggalkan oleh pihak pelaksana, seperti yang di beritakan Koran ini mengenai pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Barengkok 01 Kecamatan Jasinga yang dikerjakan CV. Muji indah Lestari dan SDN 03 Karehkel oleh CV. Rolan di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
H.Endai mengungkapkan, dalam menanggapi permasalahan seperti ini harus melihat kontrak kerja yang mereka sepakati, karena sebelum pihak pelaksana dan penyedia sudah ada beberapa kesepakatan yang harus dilalui, bahkan pada saat proses lelang oleh Unit Lelang Proyek (ULP) ada aturan yang harus diketahui kedua belah pihak. Hal ini merupakan menjadi tolak ukur dalam mengambil tindakan bilamana pihak pelaksana tidak melaksanakan pengerjaan proyek tepat waktu. “Untuk menanggapi permasalahan ini kita harus tahu kesepakatan yang telah mereka lakukan. Bila dikatakan pihak pelaksana proyek ini kabur, ada beberapa hal yang harus kita cermati. Apakah pihak pelaksana ini kabur atau di usir dari proyek, bila dikatakan kabur, pasti mereka akan rugi besar sebab mereka pasti meninggalkan semua peralatan kontruksi yang mereka miliki dan ini lebih berharga buat mereka, tetapi bila di usir, mereka harus meninggalkan lokasi proyek karena tidak mampu mengerjakan proyek sesuai dengan waktu yang ditentukan serta sebelumnya ada konsekwensi yang harus dilalui sesuai kesepakatan kontrak kerja  yang ada dan itu menjadi pedoman sebagai undang-undang selama penegrjaan proyek”, jelasnya.
Dikatakannya pula bahwa kedua perusahaan yang melaksanakan pembangunan RKB dua sekolah tersebut bukan merupakan anggota dari Gapensi Kabupaten Bogor, sebab kedua perusahaan tersebut tidak ada data-datanya di lembaga yang dipimpinnya. “setelah di cek data perusahaan yang ada disini, kedua perusahaan tersebut tidak ada datanya disini, karena bila perusahaan tersebut merupakan anggota Gapensi data perusahaannya pasti ada, mungkin asosiasi lainnya. Bilamana ada perusahaan anggota Gapensi yang bertindak seperti itu pasti kita akan menyelesaikan dengan memanggil pemilik perusahaan tersebut guna mempertanggung jawabkan pekerjaannya, tetapi sampai saat ini belum ada lapora perusahaan anggota Gapensi yang bermasalah dilapangan”, tegasnya. (Sumburi/Halimah)

Kamis, 21 Februari 2013

KNPI Kota Bogor: Inginkan Program Kepemudaan Pemerintah Dapat Di Senergikan


KNPI Kota Bogor: Inginkan Program Kepemudaan Pemerintah
Dapat Di Senergikan
Rido Suganda, Ketua KNPI Kota Bogor
Bogor,  ASPIRA
Beberapa Program Kepemudaan Pemerintah Kota (Pemkot)  masih banyak yang belum tersentuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Bogor yang mengarah ke kegiatan kepemudaan yang belum banyak tercover, dimana diperlukan sinergitas antara Pemkot dengan KNPI dalam melaksanakan program kepemudaan tersebut, karena pemerintah mempunyai keterbatasan melaksanakan beberapa program tersebut dalam pelaksanaannya. Demikian  dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kota Bogor, M Rido Suganda, M.Si saat di temui dalam acara Kreasi Sumpah Pemuda yang diselenggarakan di halaman Kantor KNPI Kota Bogor sabtu, (03/11) lalu yang jga di hadiri Asisten Tata Praja Kota Bogor, Ade Syarif, Ketua Masyarakat Cinta Bogor (MCB), Bagus Karyanegara, Kejaksaan Negeri Bogor di wakili oleh Adhiyaksa dan perwakilan dari Kantor Pemuda dan olah Raga (Kanpora) Kota Bogor Serta beberapa perwakilan organisai kepemudaan juga beberapa Club Mobil dan Motor yang ada di Kota Bogor.
Tari Jaipong
Diungkapkannya, KNPI Kota Bogor akan terus berkoordinasi dengan Pemkot Bogor agar beberapa program tersebut dapat terlaksana dengan baik dan bisa langsung menyentuh kegiatan pemuda di Kota Bogor. Namun dirinya menolak mendesak pemerintah supaya memberikan wewenang kepada tubuh KNPI karena lebih senang melalui jalur komunikasi yang baik kepada Pemerintah. “ Masih banyak program Pemkot untuk kepemudaan yang belum bekerja sama dengan KNPI dan masih banyak program pemerintah yang mengarah ke kepemudaan yang belum dilaksanakan, karena memang pemerintah mempunyai keterbatasan untuk melaksanakan program-program tersebut. Oleh karena itu, Kami di DPD KNPI berkeinginan untuk mendapatkan peran dalam melaksanakan sebuah program yang nantinya dilaksanakan secara bersama-sama, sementara untuk mendapatkan sinergitas dengan beberapa program pemerintah tidak perlu didesak, karena memang sudah seharusnya pemerintah daerah punya keinginan bekerja sama dengan semua stock Holder yang ada di Kota Bogor ini”, ungkapnya
Dia juga melanjutkan, “Apabila kita mendesak, memaksa atau semacamnya hal itu bukan seharusnya kami lakukan, kita itu sudah berada dizaman yang segala sesuatunya bisa diselesaikan dengan cara komunikasi yang tentunya program tersebut merupakan dasar dari sebuah pemikiran dan gagasan yang bisa dituangkan dalam program kerja dan sebaliknya, apabila program itu tidak sesuai dengan keinginan Pemkot akan kita perbaiki dan kita perbaharui lagi. Bukan serta merta kita punya program harus memaksa pemkot bermitra/bekerja sama dengan kita, karena kalau sebuah program yang kami tawarkan tidak baik dan tidak tersentuh pada masyarakat kami siap dikoreksi supaya kita juga mengetahui bahwa program yang kita tawarkan ke Pemerintah memang benar-benar di inginkan oleh masyarakat, jadi Pemkot bisa menyampaikan keinginan mereka tentang ide dan kreativitas yang akan dilaksanakan”, tutunya. (Sumburi)

Rabu, 21 November 2012

MCB, Memberikan Ruang Bagi Remaja Berprestasi


Ketua UMUM MCB, Bagus Karyanegara

Bogor, ASPIRA
Dalam memberikan kesempatan remaja Kota Bogor dalam mengapresiasikan kreativitasnya Masyarakat Cinta Bogor (MCB) selalu memberikan ruang khusus bagi mereka-mereka yang berprestasi sehingga  mendapat nilai kebanggaan bagi remaja itu sendiri atas kreativitas yang di miliki bagi para MCB Youth (sebutan bagi remaja yang tergabung dalam MCB) yang pada akhirnya remaja tersebut merasa dihargai atas prestasi dan kreativitasnya. Hal inilah yang ingin di capai MCB dalam membentuk MCB youth ini sebagai wadah mengekspresikan talenta dana kreatifitas guna menghindari pergaulan-pergaulan yang tidak diinginkan seperti tawuran, narkoba dan sebagainya. Demikian ungkapkan Ketua Umum MCB, Bagus Karyanegara saat menggelar acara “Bagusnya Akustik B-One” yang berlangsung di Taman Kencana Kota Bogor minggu (04/11) mulai pkul 10:00 hingga pukul 14:30 Wib yang di isi dengan penampilan akustik dari Nuaya Band, Penampilan Drumer Cilik, Natha, Tari Jaipong, Taqri Gangnam Style dan lain-lain. Acara ini sendiri di buka langsung oleh Ketua MCB, Bagus Karyanegara, juga di hadiri oleh anggota Komisi D DPRD, Kota Bogor, Yusuf Dardiri,  Lurah Babakan, Juandi R serta muda-mudi Kota Bogor yang memang sering berkumpul di taman ini setiap minggu pagi.
Menurut Bagus, penyelenggaraan acara seperti ini merupakan untuk mengakomodir bakat serta kreatifitas anak muda Kota Bogor untuk mengepresikan bakat dan minat mereka dari pada mereka melakukan hal-hal negative yang bisa merusak masa depannya,  dan kebetulan Taman Kencana ini merupakan tempat favorite sebagian besar remaja Kota Bogor. “ Acara seperti ini memang sengaja dilaksanakan untuk menarik energy positif yang ada didalam diri mereka kearah melalui bakat dan keinginan mereka sehingga dapat tersalurkan untuk menghindari kegiatan negative seperti tawuran dan sebagainya, karena kita terus mensosialisaikan bahwa tawuran tersebut adalah hal yang tidak benar sehingga angka tawuran  di Kota Bogor dapat di tekan dengan kegiatan seperti ini. Dengan mereka bergabung di MCB, mereka bisa menampilkan kapasitas apa yang mereka punya untuk meminimalis angka tawura itu sendiri,  karena energi mereka masih sangat luar biasa besar, dari pada mereka melakukan hal-hal negatife seperti tawuran dan macam-macam mulai sekarang bersihkan diri mereka terhadap hal-hal yang negative karena  disini kita koordinir untuk melakukan hal-hal yang positif” ,katanya
Bagus juga mengutarakan, dalam menampung kegiatan remaja yaitu dapat dilihat dulu dari kesenangan apa yang mereka miliki untuk dapat diarahkan kepada apa yang diinginkan. “ Kita bisa melihat kesenangan-kesenangan mereka mau melakukan apa, baru nanti akan ada prestasi yang dapat kita tampilkan, seperti Natha, Drummer cilik yang masih duduk di Bangku sekolah Dasar tetapi dia sudah mempunyai prestasi sampai tingkat nasional dan bahkan di tingkat Internasional yang itu semua merupakan pancingan buat mereka bahwa energinya mereka untuk disalurkan ke hal-hal yang lebih positif. Jika kegiatan mereka tersalurkan dalam hal-hal positif maka mereka akan lupa dengan kegiatan-kegiatan yang negative tadi sehingga lambat laut mereka akan lebih focus pada tujuannya yang dapat membuahkan prestasi. (Sumburi/Ayu)

Sabtu, 10 November 2012

Pelanggan Diminta Lebih Kritis Bila Menerima Petugas TusBung PLN



Bogor, ASPIRA

Terkait adanya pemberitaan mengenai adanya petugas Perusahan Listrik Negara (PLN) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Bogor Kota yang berlaku kasar kepada konsumen yang menimpa warga Kampung Dekeng Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan beberapa waktu lalu, Humas PLN Distribusi Jawa Barat-Baten, Kusmawan meminta masyarakat untuk berhati-hati dan lebih kritis terhadap petugas bila berhadapan dengan orang yang mengaku petugas dari PLN. Masyarakat diminta untuk mengecek identitas petugas tersebut, baik nama, surat tugas dal lain-lain, hal ini untuk menghidari adanya oknum yang memanfaatkan situasi seperti ini dengan mengaku petugas dari PLN tetapi oknum. Demikian dikatakannya saat di temui di kantornya jum,at (2/11) lalu.

Kusmawan mengakui, memang ada beberapa kasus yang menimpa masyarakat dengan melakukan pemerasan terhadap pelanggan PLN dengan mengaku petugas Putus Sambung (Tusbung), padahal itu semua adalah oknum yang sengaja menggunakan nama PLN untuk melakukan aksi kejahatan. “Memang tidak dapat dipungkiri dengan adanya beberapa oknum yang memanfaatkan keadaan seperti itu, bila memang petugas tersebut adalah petugas PLN akan berikan tindakan tegas bahkan sampai pemecatan dan bila petugas tersebut karyawan Outsorsing perusahaan yang bekerja sama dengan PLN maka kami akan me-blacklist  perusahaan tersebut atas tindakan karyawannya karena sudah melakukan tindakan yang merugikan konsumen,” akunya

Dia juga mengatakan, “contoh kasus yang menimpa di beberapa daerah dengan karyawan outsorsing yang karyawannya melakukan tindakan melanggar hukun dan merugikan konsumen perusahaan tersebut langsung di blacklist tidak bisa bekerja sama dengan pihak kami (PLN) selama 3 tahun. Hal ini kami lakukan demi menjaga nama baik PLN dan peningkatan kinerja pelayanan terhadap masyarakat, pasalnya, pihak kami tidak membenarkan sama sekali adanya pelakuan kasar dari petugas lapangan terhadap pelanggan karena prilaku itu tidak menyelesaikan masalah dan malah menimbulkan masalah baru, bila perlu petugas kami dilapangan saat mengujungi pelanggan bermasalah dengan santun bahkan kami ajarkan jangan sampai tetangga pelanggan tersebut mengetahui adanya penagihan dari pihak petugas demi menjaga kerahasiaan dan nama baik pelanggan tersebut”, katanya. Lebih parah lagi, lanjutnya, “perlakuan semacam ini dilakukan oleh karyawan PLN sendiri, kami tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas. Jika permasalahan itu sampai pada tingkat penipuan, maka kami akan menyelesaikan melalui jalur hukum sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku terhadap karyawan tersebut. Namun dengan masalah seperti ini, saya berterima kasih telah mendapat kritikan dari masyarakat tentang kinerja kami dan kami akan terus melakukan yang terbaik demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, mengenai permaslahan diatas terus kami lakukan penyelidikan apakah benar petugas PLN atau oknum, semoga dalam waktu dekat kami dapa mengetahuinya”, harapnya (Sumburi)