Kamis, 21 Februari 2013

BEM Se-Bogor Gelar Aksi Sosial Untuk Korban Banjir.


BEM Mahasiswa Bogor
BEM Se-Bogor Gelar Aksi Sosial Untuk Korban Banjir.
Bogor, ASPIRA
Badan Eksekutif Mahasiswa  (BEM) Se-Bogor menggelar aski sosial pengumpulan dana bagi Korban banjir yang melanda jabodetabak beberapa waktu lalu, aksi ini dilakukan di bundaran Tugu Kujang dengfan meminta sumbangan kepada setiap pengguna jalan pada hari itu. 50 orang mahasiswa yang terdiri dari Universitas Juanda (Unida) Bogor, Akademi Kebidanan Prima Husada Bogor (Akbid PHB), STTIF, Akademi Analis Kimia (AKA), Stait Modern Sahid, STIE Pandu Madania, dan program S1 IPB.
Kepala Koordinator Lapangan kegiatan ini Wahyuningsih mengungkapkan, kegiatan ini merupakan aksi sosial  untuk membantu korban banjir  yang ada di Jabodetabek khususnya wilayah yang terparah di Jakarta. “ Alhamadulillah sampai saat ini sudah terkumpul banyak uang yang kita kumpulkan dari pengguna jalan dan aksi ini kami akan lanjutkan dengann mendirikan posko pengalangan dana di kampus masing-masing, disini siapa saja boleh menyumbang baik berupa uang tunai, makanan, obat-obatan, selimut serta kebutuhan lainnya yang nantinya kami sendiri yang kan serahkan langsung beberapa titik pengungsian korban banjir di Jakarta,” ungkap Mahasiswa Akbin PHB ini.
Diapun menambahkan aksi ini akan kami lakukan sampai dirasa cukup  baik berupa uang, pakaian dan bahan kebutuhan lainnya agar dapat meringankan beban saudara kita yang sedang dilanda bencana yang sampai saat ini masih banyak menempati tempat-tempat pengungsian. “ Saya dan teman-teman akan terus mengumpulkan sumbangan sampai di rasa cukup dan bisa disalurkan kepada saudara kita yang sedang dilanda bencana, apa yang kami lakukan ini buklkanlah apa-apa dan tak sebanding dengan apa yang mereka inginkan, tetapi kami berharap dari hasil kerja sama teman BEM ini dapat membawa berkah bagi korban apa lagi yang berada di pengungsian ,”Pungkasnya. (Sumburi)

Jumat, 18 Januari 2013

Sertijab Camat Kemang Gelar Santunan


 Bogor ,ASPIRA
 Serah Terima Jabatan (Sertijab) Camat Kemang Kabupaten Bogor, dari pejabat lama Yodi Mirod Sujana Ermaya ke pejabat camat yang baru Wahyu Edi Setiono, dan di hadiri oleh Komandan Group 2 Kopasus,Unsur Muspika dan,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat, para Kepala UPT,Kepala Desa se-Kecamatan Kemang, Kepala sekolah dan warga masyarakat , Kamis (10/1/13)
   Sertijab yang dilaksanakan bertempat Aula Kantor Camat kemang yang berlangsung pada pukul 10:00 Wib. Camat yang baru, Wahyu Edi Setiono dalam keterangannya menjelaskan, akan meneruskan apa yang sudah baik, terus berkreasi dan senantiasa selalu berinteraksi langsung dengan dekat warga, “Saya mohon dukungan dari semua pihak untuk meneruskan program camat yang sebelumnya, maka saya berharap kerja sama dengan semua pihak terutama dengan masyarakat yang ada di wilayah kemang,” terang Wahyu. 
        Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa camat merupakan kepanjang tangan dari Bupati Maka Fungsinya adalah sebagai pengayom,” Camat adalah mewakili Bupati di tempatnya masing-masing, pengayom masyarakat dan pelindung masyarakat. Untuk dapat memberdayakan potensi yang ada terus berkreasi sehingga kesejahteraan itu dapat di rasakan sampai semua kalangan,” ujar mantan Camat Tenjo. 
     Sementara Yodi MS Ermaya mantan camat kemang yang sekarang bertugas di Kecamatan Leuwi Sadeng mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang ada di kecamatan kemang,” Kepada seluruh staf kecamatan ,para kepala,Sekretaris Desa,Staf Desa dan masyarakat saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin selama ini untuk membangun kecamatan kemang ke arah yang lebih baik, saya juga memohon maaf apabila dalam kepemimpinan saya ada yang kurang berkenan, semoga kerja sama ini terus dapat terjalin dengan camat yang baru,” imbuh Yodi. 
      Pelaksanaan sertijab ditutupdengan santunan kepada anak yatim piatu sebanyak 50 orang serta pemberian uang kadeudeuh kepada para atlit kecamatan kemang yang berprestasi di dalam Porkab beberapa waktu yang lalu.(Bsri) 

Kamis, 13 Desember 2012

Tanduk Tepi Sungai Ciliwung Baru Di Bangun Ambruk


Bogor, ASPIRA
Proyek pembangunan TPT sungai Ciliwung di Kelurahan Branangsiang RW.04 Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor jebol pada rabu malam pikul 18:00 WIB 11 Oktober 2012 lalu, padahal proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah ini belum dilakukan  serah terima dari CV. Wargi sebagi pelaksana proyek ke Dinas Bina Marga (Disbima) Kota Bogor.  Sekitar pukul 18:00 WIB tanggul yang baru dibangun ini tiba-tiba ambruk setelah diguyur hujan padahal proyek ini baru dikerjakan beberapa bulan lalu. Demikian dikatakan saksi mata dilokasi ketika diminta konfirmasi dilapangan Kamis (12/10) lalu.
Menurut warga, pembangunan tanduk ini syarat dengan penyimpangan, karena bila dilihat dari bahan material yang ada sangat tidak sesuai dengan spesifikasi standar sedangngkan dana anggaran yang di gunakan cukup besar. “ iya pak tiba saja ambruk padahal baru dibangun dengan biaya yang cukup besar lihat saja di papan proyeknya”, ujar warga sambil menujuk arah papan proyek yang memang tertera anggaran Rp. 201.601.000 yang di kerjakan CV. Wargi sebagai pelaksana dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kerja.
Sementara dari pemantauan di lapangan proyek ini terkesan asal jadi dan tidak sesuai dengan spek yang ada, seperti turap tebing yang seharusnya menggunakan tulang-tulang tiang sebagai pondasi namun tidak ada sehingga didugan ada penyimpangan dan sudah keluar dari standar sepesifikasi yang ada, bagi pemerintah proyek ini di anggap kecil namun bagi warga setempat dinilai besar dengan nilai anggaran yang fantastik
 Permasalahan inipun langsung di konfirmasikan ketua DPRD Kota Bogor, Ir. Mufti Faoqi yang memang kediamannya tidak jauh dari lokaasi kejadian yang awalmya tidak mengetahui kejadian ini, ketika mengetahui kedatangan ASPIRA mengkonfirmasi permaslahan ini mangatakan, diri tidak mengetahui standar spk yang telah di sepakati pihak pelaksana proyek, Konsultan Pengawas, Inspektorat dan Dinas Bina Marga (Disbima) Kota Bogor mengenai proyek ini dan akan menanyakan hal ini ke pihak-pihak terkait. “Masalah spesifikasi saya harus menanyakan kepada konsultan pengawas dan inspektorat karena yang berhak memeriksa detail itu adalah kewenangan mereka, karena kalau DPRD tidak mengetahui spesifikasi seperti apa yang telah disepakati tetapi kalau menyimpang dari spesifikasi berarti pelanggaran” Ungkapnya
Lebih lanjut diiungkapkannya, “Hal semacam ini yang lebih memahami pemerintah, dan kami akan mendorong pemerintah terkait masalah ini untuk dilakukan pengawasan dalam arti penawasan kebijakan, karena masalah tehknis merupakan kewenangan inspektorat yang sebenarnya sebelum adanya proses pelelangan proyek dan tentunya sudah merancang sedimikian rupa hingga sampai angka anggaran proyek tersebut bisa ditentukan nilai yang harus dikeluarkan dari APBD untuk pengerjaan proyek tersebut dan pihak pelaksana harus mematuhi kesepakatan spesifikasi yang ada. Namun bila dilihat dari kondisi dilapangan rancangan siteplan yang ada kemungkinan sudah benar, tetapi pross pengerjaan dari pihak pelaksana yang terkesan ingin untung besar tanpa menghiraukan dampak yang terjadi di kemudian hari. Bila pengurangan yang dilakukan sudah sesuai kesepakatan awal untuk mengurangi beban biaya maka pihak pelaksana harus mengembalikan sisa anggaran yang tidak terpakai, namun bila pengurangan yang dilakukan untuk hal-hal tertentu berarti ini sebuah pelanggaran dan Perusahaan kontruksi tersebut harus di blacklist dan tidak boleh lagi mengerjakan proyek-proyek pemkot Bogor”, Jelasnya.
ASPIRA yang mendatangi kantor Disbima Kota Bogor, yang langsung di terima kepala dinasnya Hermansyah. ST  (12/10) merasa kaget atas persoalan yang ditanyakan karena sampai saat itu belum mendapat laporan dari pegawainya atas maslahah ini, Kadis pun menghubungi kepala bidangnya yang mengurusi masalah ini melalui telepon selulernya yang ternyata pagi-pagi sudah berada di lokasi kejadian, dirinya akan langsung kelokasi setelah selesai sholat jum’at. “ Saya belum mendapat laporan atas hal ini karena pegawai saya belum memberikan laporan, nanti saya akan mengecek kelokasi selesai sholat jum’at dan kemungkinan saya akan Melaksanakan sholat jum’at didaerah sana”, kata Kadis Disbima sambil menutup telepon usai berbicara dengan Kabidnya.
Dia juga mengatakan akan menegur pihak pelaksaana proyek karena pihak pelaksana masih ada garansi perbaikan selama 6 bulan setelah serah terima  proyek yang sudah dilaksanakan. “Saya akan menegur pihak pelaksana untuk memperbaiki pekerjaannya,  saat serah terima kemarin masih ada garansi pemeliharaan selama 6 bulan dan hal ini akan dilakukan perbaikan keseluruhan oleh pihak pelaksana karena ini merupakan masih tanggung jawab mereka (CV.Wargi)”, tuturnya
Kepala Gabungan Pengusaha Kontruksi (Gapensi) Kota Bogor, Andre ketika di hubungi melalui telepon genggamnya manyatakan benar bahwa CV.Wargi tersebut adalah anggota Gapensi dan mengenai permaslahan tersebut pihak pelaksana akan segera perbaiki pekerjaannya. “Memang benar CV. Wargi merupakan anggota dari Gapensi Kota Bogor, mengenai permasalah itu pihak CV. Wargi akan melakukan perbaikan pekerjaannya karena itu merupakan tanggung jawab pihak pelaksanadan memang pekerjaan itu belum rampung seluruhnya,” tandas Andre saat menemui ASPIRA guna memberikan keterangan atas permasalahan di atas, namun sayang pemilik CV.Wargi tidak hadir menemui ASPIRA karena menurut Andre sudah  diwakilkan dirinya.. (Sumburi/Ayu) 

Jumat, 30 November 2012

Komunitas Pelestarian Pusaka Budaya Bogor, Akan Persembahkan Pagelaran Seni Budaya


Peneliti, pelaku dan pemerhati Seni Budaya Bogor

Bogor, ASPIRA
Dalam upaya pelestarian pusaka budaya Bogor oleh masyarakat, Komunitas Pelestarian Pusaka Budaya Bogor akan mempersembahkan Pegeraran Seni yang akan berlansung di Roemah Kahoeripan, Parung Bogor pada hari Kamis, (6/12) mendatang yang akan menampilkan beberapa kesenian antara lain, Rajah Pamuka, Kacapi Suling, Pidangan Tari Tayub, Penca Cimande, Celempungan Sunda dan pagelaran wayang golek (fragmen).  Demikian dikatakan Ketua Komunitas Pelestarian Pusaka Budaya Bogor, Dewi Djukardi kepada wartawan dalam konferensi pers dikediamannya beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan ini hadir pula beberapa pelaku seni dan pemerhati budaya Kota dan Kabupaten Bogor serta pengusaha seperti, Hardini Sumono dari BPPI, Ratna B Prijadi dari Batik Bogor Handayani Saung Geulis, Wawan Dewantara dari Padepokan Galuh Pakuan Bogor, Eman Sulaeman, dan dalang Ceceng Arifin.

Dikatakan Dewi, Pusaka (Heritage) budaya Indonesia yang kaya dan beragam bukan hanya benda bersejarah melainkan beberapa jenis kesenian daerah lainnya. “ Haritage bukan hanya benda bersejarah tetapi semua hala yang menyangkut keragaman seni dan budaya serta karya seni yang di antaranya, seni sastra, seni tari dan musik. Wujud kepedulian akan pelestarian seni dan budaya yang ada khususnya di Kota Bogor dan seluruh daerah Bogor umumnya merupakan seni dan budaya masyarakat masa lampau yang memiliki nilai historis tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat bogor tempo dulu yang patut kita lestarikan,” Katanya

 “ Dalam pagelaran ini, lanjutnya, akan mengangkat tema “Upaya Pelestarian Pusaka Budaya Bogor Oleh Masyarakat” yang dimaksud untuk mengajak masyarakat Bogor bersama-sama dengan Komunitas pemerhati budaya. “ kami mengangkat tema “Upaya Pelestarian Pusaka Budaya Bogor Oleh Masyarakat” guna mengajak masyarakat Bogor untuk bersinegrgi dengan Komunitas pemerhati budaya dari berbagai daerah, Tokoh Masyarakat Bogor, pelaku aktif para komunitas pelestari, para pemerhati budaya dari berbagai negara yang pernah terlibat untuk melestarikan alam dan budaya melalui kegiatan yang akan dilakukan bersama, baik dalam bentuk pendidikan, pertukaran kebudayaan, workshop, pameran dan lain-lain,” jelasnya.
Pagelaran ini sendiri rencananya akan di hadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr.Marie Pangestu dan Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturrahman SH. Harapan dari Pagelaran Pelestarian Pusaka (heritage) Budaya Bogor 2012 ini dapat memberikan informasi tentang pentingnya pelestarian pusaka budaya baik nasional maupun internasional dan dapat terjalinnya hubungan antar tokoh seniman, tokoh masyarakat, serta masyarakat pecinta seni dan budaya pada generasi muda, yang akan menampilkan Tari Tayub. Tari Tayub ini akan dimainkan langsung oleh tokoh seniman senior Wawan Dewantara dari Padepokan Galuh Pakuan Bogor. Selain membawakan Tari Tayub, beliau juga akan melantunkan Rajah Pamuka. (Ayu)

Rabu, 21 November 2012

MCB, Memberikan Ruang Bagi Remaja Berprestasi


Ketua UMUM MCB, Bagus Karyanegara

Bogor, ASPIRA
Dalam memberikan kesempatan remaja Kota Bogor dalam mengapresiasikan kreativitasnya Masyarakat Cinta Bogor (MCB) selalu memberikan ruang khusus bagi mereka-mereka yang berprestasi sehingga  mendapat nilai kebanggaan bagi remaja itu sendiri atas kreativitas yang di miliki bagi para MCB Youth (sebutan bagi remaja yang tergabung dalam MCB) yang pada akhirnya remaja tersebut merasa dihargai atas prestasi dan kreativitasnya. Hal inilah yang ingin di capai MCB dalam membentuk MCB youth ini sebagai wadah mengekspresikan talenta dana kreatifitas guna menghindari pergaulan-pergaulan yang tidak diinginkan seperti tawuran, narkoba dan sebagainya. Demikian ungkapkan Ketua Umum MCB, Bagus Karyanegara saat menggelar acara “Bagusnya Akustik B-One” yang berlangsung di Taman Kencana Kota Bogor minggu (04/11) mulai pkul 10:00 hingga pukul 14:30 Wib yang di isi dengan penampilan akustik dari Nuaya Band, Penampilan Drumer Cilik, Natha, Tari Jaipong, Taqri Gangnam Style dan lain-lain. Acara ini sendiri di buka langsung oleh Ketua MCB, Bagus Karyanegara, juga di hadiri oleh anggota Komisi D DPRD, Kota Bogor, Yusuf Dardiri,  Lurah Babakan, Juandi R serta muda-mudi Kota Bogor yang memang sering berkumpul di taman ini setiap minggu pagi.
Menurut Bagus, penyelenggaraan acara seperti ini merupakan untuk mengakomodir bakat serta kreatifitas anak muda Kota Bogor untuk mengepresikan bakat dan minat mereka dari pada mereka melakukan hal-hal negative yang bisa merusak masa depannya,  dan kebetulan Taman Kencana ini merupakan tempat favorite sebagian besar remaja Kota Bogor. “ Acara seperti ini memang sengaja dilaksanakan untuk menarik energy positif yang ada didalam diri mereka kearah melalui bakat dan keinginan mereka sehingga dapat tersalurkan untuk menghindari kegiatan negative seperti tawuran dan sebagainya, karena kita terus mensosialisaikan bahwa tawuran tersebut adalah hal yang tidak benar sehingga angka tawuran  di Kota Bogor dapat di tekan dengan kegiatan seperti ini. Dengan mereka bergabung di MCB, mereka bisa menampilkan kapasitas apa yang mereka punya untuk meminimalis angka tawura itu sendiri,  karena energi mereka masih sangat luar biasa besar, dari pada mereka melakukan hal-hal negatife seperti tawuran dan macam-macam mulai sekarang bersihkan diri mereka terhadap hal-hal yang negative karena  disini kita koordinir untuk melakukan hal-hal yang positif” ,katanya
Bagus juga mengutarakan, dalam menampung kegiatan remaja yaitu dapat dilihat dulu dari kesenangan apa yang mereka miliki untuk dapat diarahkan kepada apa yang diinginkan. “ Kita bisa melihat kesenangan-kesenangan mereka mau melakukan apa, baru nanti akan ada prestasi yang dapat kita tampilkan, seperti Natha, Drummer cilik yang masih duduk di Bangku sekolah Dasar tetapi dia sudah mempunyai prestasi sampai tingkat nasional dan bahkan di tingkat Internasional yang itu semua merupakan pancingan buat mereka bahwa energinya mereka untuk disalurkan ke hal-hal yang lebih positif. Jika kegiatan mereka tersalurkan dalam hal-hal positif maka mereka akan lupa dengan kegiatan-kegiatan yang negative tadi sehingga lambat laut mereka akan lebih focus pada tujuannya yang dapat membuahkan prestasi. (Sumburi/Ayu)