Kamis, 28 Juni 2012

Gubernur Jabar Hadiri Ngubek Setu

Saat pidato Acara Ngubek Setu
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan


Bogor, ASPIRA
 Acara  Ngubek Setu   yang merupakan kegiatan tradisi warga Bogor yang lama di tinggalkan dan baru kali ini di adakan kembali  mandapat sambutan antusias   masyarakat   Bogor.  Bahkan Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heriawan  dan Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan   ikut memeriahkan acara tersebut bersama masyarakat Bogor. dalam kesempatan tersebut Ahmad Heriawan  atau yang akarab disapa kang Aher ini tak segan –segan ikut  mengubek ikan   dan      
Saat Mengahadiri Acara Ngubek Setu
Rudio Harsa Tanaya Dan Bagus Karya Negara    
antusias   penasaran dengan kegiatan pada hari sabtu lalu. Acara yang biasa di sebut oleh masyarakat Bogor ngubek atau mangacak ikan ini juga menyiapkan hadiah menarik bagi pemenang yang mendapat ikah terbanyak. Acara ini mendapat respon langsung dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan dan yang ikut hadir memeriahkan acara ini. Dimikian Dikatakan Dewan Kesenian Kota Bogor Aceh Sumanta saat di temuai di lokasi
Perhatian Warga masyaraat hari itu dengan dengan kehadran artis Dangdut H. Jaja Miharja yang sempat mengelilingi Situ menggunakan perahun karet Bersama Rudi Harsa Tanaya, Ketika Ayah Jaja Sapaan akrapnya turun dari perahu panggung utama menjadi sesak karena banyak warga yang penadsaran Ingin berfoto bareng dengan Sang Idola.
Masyarakat Sedang Ngubek Setu
Ketika Di konfirmasi Wartawan, Rudi Harsa Tanaya mengenai kegiatan ini mengemukakan, “Acara sperti ini sangat bagus dan perlu di jadikan agenda tahunan  Kota Bogor, apa lagi bertepaan dengan Hari Ulang tahun Kota Bogor menjadi sangat istimewa. Karena Hari Jadi Bogor bukan hanya mili pemerinytah Kota Bogor dan segelintr orng melainkan milik semua kalangan masyaraat  Koa Bogor.
Dengan demikian katanya, Situ gede ini harus menjadi perhatan serius pemerintah Kota Bogor dalam pemeliharaannya. “ Kalau acara seperti ini di jadikan agena tahunan maka fasilitas ang ada harus di perbaik dan warga sehingga dapat meningkatkan pedapatan warga masyarakat setempat”, Ujarnya
Apa lagi situ gede ini lanjutnya, sudah menjadi tanggun jawab piha proinsi Jawa Barat dalam pemeliharaanya bukan hanya Kota Bogor maka dari itu harus di lakuka penggerukan atas kedangkalan situ agr dapat terpelihara. Harap Rudi Harsa
H.Jaja Miharja Saat di Gerutin Fansnya
Ketua Umm  Masyarakat Cinta Bogor Bagus Karyanegara sebagai pemprakarsa acra ini sangat senan atas respon masyarakat teradapat kegiatan ini, kami ingin menunjukan kepada khalayak bahwa Obyek Wisata Situ Gede   layak di kunjungi dan menjadi tempat alternative liburan yang reprsentatif setrta mamp manarik minat wisatawan Bogor dan di luar Bogor tentunya. Ujar Bagus
Lebih lanjut Bagus mengatakan” dengan adanya kegiatan ini tentunya perlua ada perhatian serius pemerintah Kota Bogor serta warga masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian tempat ini dan bias di tata dengan rapi serta menambah fasilitas yang ada’, Pungkas Bagus (Sumburi)

Mentalitas Korup Para Elite Di Perbincangkan


Mentalitas Korup Para Elite Di Perbincangkan
Bogor, Aspirasi
Pengungkapan mesteri pembengkakan anggaran Proyek sport center Hambalang ini dari 125 miliar menjadi Rp 1,75 triliun  sangat diharapkan  segera tuntas atas kepiawaian  tim penyidik komisi  Pemberantasn Korupsi (KPK) sebab mentalitas korup para elite  yang ditenggarai  terlibat kasus mega proyek ini , belakangan makin kencang saja diperbincangkan di semua stara komunitas.
Di antaranya yang disebut-sebut, elite Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum (Anas) dan isterinya Athiyah Laila Komisaris PT. Dutasari Citalaras (PT.DC), Menpora Andi Mallarangeng (Andi) dan Direktur PT.DC, Mahfud Suroso (MS), juga masih banyak para elite lainnya yang bakal dijerat. Seperti diketahui, tender proyek ini dipegang oleh kontraktor di lingkaran perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT. Adhi Karya Tbk (PT.AK) dan PT. Wijaya Karya Tbk (PT.WK).
Kedua BUMN ini dituding telah men-subtenderkan sebagian proyek kepada PT.DC (milik MS) senilai Rp 300 miliar. MS kini dicegah dan ditangkal KPK untuk tidak bepergian keluar negri. Proses penyelidikan KPK vokus untuk dua hal yakni, terkait dengan pengadaan pembangunan dan soal pengurusan sertifikat tanah Hambalang.
Menurut Ketua KPK Abraham Samad (Abraham, pada 1 Mei 2012 penyelidikan proyek pembangunan sarana olahraga di Hambalang Bogor itu, telah mengalami peningkatan. Peningkatan itu terukur dari banyaknya informasi mengenai kasus tersebut yang masuk ke KPK. Informasi datang dari sesejumlah orang yang pernah dimintai keterangan di lembaga anti korupsi tersebut mengenai proses serifikasi tanah Hambalang.
Selain itu Abraham juga membenarkan pernyataan koleganya Bambang Widjojanto bahwa KPK yakin Ketua umum PD, Anas terlibat dalam proyek Hambalang. Keyakinan ini muncul dikuatkan adanya pengakuan dari Anggota Komisi II asal Fraksi PD Ignatius Mulyono. Namun untuk memperkuat pengakuan yang dimaksud, menurut Juru Bicara KPK Johan Budi (Johan), pihaknya masih mengumpulkan alat bukti adanya indikasi korupsi dalam proyek yang dikerjakan oleh PT. AK dan PT. WK tersebut.
Namun karena alat buktinya kurang cukup proyek yang dijalankan dua emiten BUMN sektor konstruksi dengan kode perdagangan masing-masing PT.AK dan PT. WK itu, hingga kina masih dalam tahap penyelidikan. Menurut Johan ada dua peristiwa yang sedang diselidiki yakni proses penerbitan sertifikat tanah Hambalang. Dan pelaksanaan pengadaan proyek Hambalang yang dilakukan secara multi years. Kasus kejahatan triliunan rupiah ini, pertama kali diungkapkan oleh terdakwa suap proyek pembangunan Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin (Nazar)

Menurut Mantan Bendahara Umum PD itu, Anas terlibat dalam proyek dengan modus melakukan serangkaian pertemuan yang dihadiri Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Joyo Winoto terkait urusan sertifikat tanah Hambalang. Nazar juga menuding bahwa Andi turut terlibat. Terkait proyek senilai Rp.1,2 triliun ini Andi pernah memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Nazar dalam kasus suap wisma altet.
Menurut Andi proyek Hambalang tak kunjung selesai sejak tahun 2003 terkendali masalah sertifikat tanah seluas 5.000 hektar yang belum ada. Namun Andi membantah melibatkan Nazar pembuatan sertifikat. Sedangkan Nazar menuding ada uang dari proyek Hambalang yang mengalir ke Andi. Nazar dihadapan penyidik KPK menuding Andi menerima jatah Rp. 20 miliar. Uang itu diterima Andi melalui adiknya Choel Malarangeng (Choel).
Menurut Nazar, uang diberikan oleh PT. AK selaku pelaksana pembangunan bekerjasama dengan PT. Wk. Dijelaskan Nazar, MS selaku pemilik PT. DC menerima uang Rp 100 miliar dan Rp 20 miliar atas perintah PT. AK untuk diberikan ke Andi melalui Choel. Sejumlah petinggi PD lainnya juga dituding Nazar turut menikmati uang tersebut. Anas menerima Rp 2 miliar, Mirwan Amir Rp 1,5 miliar, Jafar Hafsah Rp 1 miliar, pimpinan Banggar Melchias Markus Mekeng Rp 1,5 miliar, Tamsil Linrung Rp 1 miliar, Olly Dondokambey Rp 1 miliar dan Angelina Sondakh menerima Rp 1 miliar.
Namun seluruh tudingan Nazar yang mantan anggota komisi III DPR it, menyangkut dirinya dibantah Andi. Mantan Ketua DPC PD Minahasa Tenggara, Diana Maringka di hadapan penyidik KPK seputar pembagian uang dalam kongres PD tahun 2010 mengaku menerima uang dari tim sukses Anas sebesar US$ 7000 dan Rp 30 juta. Pengakuan ini dikaitkan dengan tudingan Nazar, ada penggelontoran uang dalam kongres untuk memenangkan Anas sebagai Ketua Umum PD sebanyak Rp 30 miliar dan US$ 5 juta yang berasal dari Permai Grup, perusahaan miliknya.
Kordinator Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (FITRA), Uchok Kadafi menilai jika pembangunan Hambalang diteruskan Negara akan kecolongan hingga Rp 753 miliar. Faktanya gedung yang baru saja dibangun sudah ambruk. Pelaksana proyek PT.AK dan PT. WK mengklaim kerugian akibat ambruk bangunan mencapai Rp 14 miliar (Redaksi) 

KPK Usut Indikasi Korupsi Pengadaan Alquran


KPK Usut Indikasi Korupsi Pengadaan Alquran
Foto Ilustrasi
 Bogor,Aspira
Komisi pemberantasan Korupsi (KPK)saat ini sedang mengusut Kasus adanya indikasi kejahatan  korupsi Alquran. di Kementerian Agama  (Kemenag ) .untuk itu KPK telah mengantongi sejumlah bukti  Ketua KPK Abraham Samad mengungkapkan dugaan korupsi itu terjadi di Derektorat jenderal Pendidikan Agama Islam  Kemenag .
      “Korupsi tersebut terjadi ketika yang menjabat Direktur jenderal Pendidikan  Agama Islam  adalah Nasarudin Umar ,” jelas Abraham  di sela sela rapat dengar pendapat dengan komisi III di Gedung DPR, kepada wartawan  Rabu  (20/6) lalu.
     Namun, Abraham tidak menjelaskan secara detail pejabat yang diduga terlibat. Dia menegaskan,pihaknya sudah mengantongi bukti yang kuat “saya lupa jumlah kerugian negara.sekarang masih dalam penyelidikan, tapi buktinya kuat,” katanya.
     Sebelumnya Plt Deputi Penindakan KPK  KMS Rony ,dalam sebuah diskusi  di Universitas Alazhar ,Jakarta ,mengatakan praktek korupsi bisa terjadi di lembaga mana pun.Bahkan pengadaan kitab suci Alquran  juga dikorupsi.
     “Faktor-faktor korupsi  tidak dibatasi lingkungan  birokrat atau DPR .Jestru ada Kasus Korupsi pengadaan Alquran  ini luar biasa “ katanya.
      Ia mengetahui praktek korupsi itu karena turut menangani, selain itu isterinya adalah salah satu pegawai  di kementerian yang di pimpin Surya dharma Ali itu,Rony menegaskan  bahwa praktek korupsi sangat tergantung orang  dan peluang nya  siapun dapat menjadi pelaku.
      Karna itu saya tidak sependapat  kalau ada anggapan lulusan UI  menghasilkan koruptor  itu juga saya tersinggung ,jangan lihat lembaga tapi personelnya.  (Red /Sul)

Keterlibatan AnasTak terbantahkan

Anas Urbaningrum (AU)

Jakarta, Aspira
Pengacara Elza Syarif (Elza) selaku anggota tim pengacara  Muhammad Nazarudin (MN) terus mendesak komisi pemberantasan Korupsi (KPK) agar Anas Urbaningrum (AU) di tetapkan jadi tersangka.Desakan itu dilakukan Elza karena bukti bukti sebagai fakta hukum  yang diungkapkan para saksi dipersidangan “keterlibatan Anas tak terbantahkan lagi ujar Elza menanggapi Aspira  Baru baru ini.
         Dikatakan Elza,terbukti dana milik perusahaan Permai Group sebanyak Rp 80 miliar yang terdiri dari 30 miliar dan US$ 5 juta digunakan untuk kepentingan AU untuk memenangkan ketua umum Partai Demokrat (PD) uang tersebut dibawa ke Hotel Aston di Bandung  dan dibagi bagikan kepada DPC DPC partai Demokrat agar memilih AU sebagai Ketua Umum PD.
        Menurut saksi Rosalina manulang (Rosa) bahwa benar AU berkantor di Tebet bersama MN  sedangkan Athiyah laila istri AU itu bersama Neneng Sriwahyuni, istri MN juga sama sama berkantor di Tebet dibawah payung PT. Graha Anugrah.
        Elza juga mengingatkan pimpinan KPK bahwa Rosa dalam kesaksiannya mengaku melihat mobil Alphard hitam milik AU  sedang berada dikantor tower Permai di warung buncit.dalam struktur organisasi perusahaan permai Group itu AU sebagai Owner ( Jabatan tertinggi)  Ketua PD itu bersama MN bendahara umum PD adalah pemegang saham PT Anugrah Nusantara Permai Group  adalah pengembangan  dari PT. Anugrah Nusantara “ Barang bukti, Struktur organisasi permai group ( Anas Urbaningrum sebagai Owner bersama Yulianis dan Hasyim.Daptar gaji sampai 2011,BPKB Mobil Alphard hitam No.Pol. B.15 AU dari PT Anugrah Nusantara atas nama AU dan jual beli saham PT Anugrah Nusantara dari MN kepada AU “kata elza dalam suratnya yang ditembuskan kepada presiden SBY,Ketua DPR RI dan Ketua Komisi III DPR RI.
      Dijelaskan bahwa yulianis sendiri mengakui AU telah membeli saham PT Anugrah Nusantara  dari MN berdasarkan perjanjian jual beli saham tahun 2007, Gaji AU bersama Mn sejak tahun 2009 diterima setiap bulan RP.20juta.penerimaan gaji ini juga diketahui isteri AUselaku pemilik saham juga sebagai Komisaris PT Alam berkah melimpah berkantor di tebet.
     Peranan yulianis adalah membuat daptar dan membayar gaji setiap karyawan, termasuk gaji pemilik permai  group AU bersama Mn, gaji itu dikucurkan dari rekening Yulianis .Yulianis mengetahui setiap jumat AU kekantor yang di Tebet dan hanya berbicara dengan Mn.
     Menurut Elza saksi yulianis mengambil uang milik permai group sebesar 30 miliar dan US$ 2 juta ditambah uang biaya kongres PD  di Bandung . Dana tersebut dari fee proyek  proyek permai group.Kemudian uang tersebut dibagi bagi di Hotel Aston oleh yulianis kepada Eva dan Nuril untuk disalurkan kepada DPC DPC. Bukti bukti tanda terima termasuk yang jumlahnya US$ 6,975 juta diakui kebenarannya oleh yulianis .
     Saksi Moh El Idris mengungkapkan ,sewaktu keTebet bersama Dudung Purwadi,pernah melihat AU kelantai atas  di gedung Anugrah .pernah sekali ke gedung ke permai tower bersama Dudung Purwadi dilantai 6 bertemu MN,  untuk membicarakan soal pembangunan gedung DPP PD di pasar minggu. Pengakuan senada juga diungkapkan Oktarina Furi  mengetahui dikeluarkan dana dari brankas permai Rp.30 miliar dan US$ 5 juta .Uang tersebut dibawa oleh Yulianis keBandung,Hotel Aston di lantai 9 kemudian diambil oleh Eva dan Nuril .sehingga habis di Bandung.
       “Seandainya  dikatakan perusahaan Permai Group itu milik M Nazarudin, tentunya ada perjanjian peminjaman uang antara AU dengan MN.  Faktanya tidak demikian,Uang itu untuk kepentingan AU sebagai pemilik perusahaan permai Group dengan kedudukan yang tertinggi “ Ungkap Elza .
        Menurut Elza terbukti bahwa uang fee dari PT. DGI senilai RP 4,3 miliar  diberikan kepada Perusahaan Permai Group ,bukan kepada pribadi MN Fakta nya yang menerima Cek fee  tersebut adalah Direktur Keuangan Permai Group yaitu yulianis  dan dibantu oleh Oktarina Furi  kata Elza. dari Berbagai sumber (Tim Redaksi)         

Dirgahayu Bayangkara Ke 66

Dari Pimpinan  dan Staff Redaksi

Proses Perekaman E-KTP Kota Bogor Molor

Kepala seksi Kependudukan  Dra. Syafrina Dinas Kependudksan dan Catatan Sipil Kota Bogor

Bogor, ASPIRA
Sampai saat ini proses perekaman E-KTP Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor baru selesai satu Kecamatabn yaitu kecamatan Bogor Timur dan sedang berjalan di kecamatan Bogor Utara, Sedangkan Jadwal pereklaman E-KTP kota Bogor sampai dengan Oktober 2012, hal ini di khawatirkan akan molor dari jadwal yang di tentukan melihat beberaopa kendala  di lapangan.. Demikian di katakana Kepala seksi Kependudukan  Dra. Syafrina Dinas Kependudksan dan Catatan Sipil Kota Bogor kepada aspira di sela kegiatan sosialisai Administrasi kepandudukan dan Catatan sipil di Aula Kecamatan Bogor Utara beberapa waktu lalu
Kendala dilapangan tidak dapat kita hindarai terlebih kita hanya di berikan 2 alat perekam sementara penduduk Kota Bogor di setiapn kecamatan sangat padat, belum jika terjadi alatbya error atau listrip PLN padam, itu semua merupakan suatu kendala yang memungkinkan keterlambatan pekerjaan petugas dilapangan.  Untuk menghindari hal itu kami mencioba meminjam di wilyaha yang sudah selesai terlbih dahuklu atau mengiusulkan penambahan alat dari propinsi Jawa barat dan bila perlu departemen dalam negeri untuk mempercepat pekerjaan di lapangan.
Kami berharap pengajuan pemabahan alat inbi dapat terrealisasi guna prose perekaman E-KTP Kota Bogor dapat selesai tepat waktu, jika masih ada warga yang tertinggal dan belum sempat merekap e_KTP di kecamatan atau kelurahan yang sudah selesai agar dapat melaporkan ke Keluraha karena  akan dilakukan penyisirabn kembali kepada warga yang belum dapat merekam E-KTP
Hasil pantauan ASPIRA di lapangan yaitu di kelurahan Kedunghala Bogor Utara, sampai saat itanggal 24 juni baru  sekitar 37 % dari seluruh total wajib KTP. Lurah Kedung haling Nun Zirwan mengatakan, Jumlah penduduk wajib KTP di wilayahnya adalah 15. 600 ( Lima Belas Ribu Enam Ratus) jiwa, hingga hari ini masih cukup bagus dan perhari kami bias mencapai 300 lebih warga yang terekakm.
Dikatakannya,  di kelurahan kedung haling kami mendapat 2 alat dan 1 alat pinjaman dari Kelurahan Cibuluh yang lebih dahulu rampung, dengan demikian target awl Juli sudah selesai semua. ( Sumburi)